Iseng Main Judi, 3 Kakek Masuk Bui

Bandarasianbookie.us 3 orang pria berumur 50 tahunan tertangkap basah sedang main judi dadu. Kasus ini terjadi di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Ketiga pria tersebut adalah SP dan SB yang berusia 51 tahun asal Grobogan, serta SPR 58 tahun asal Sragen.

Para pelaku yang sudah pantas dipanggil kakek itu berprofesi sebagai buruh tani. Sore harinya, untuk melepas penat setelah seharian bekerja di sawah, mereka ‘iseng’ main judi dadu.

Kegiatan tersebut mereka lakukan di sebuah rumah tetangga yang kosong karena ditinggal merantau ke Jakarta. Keisengan mereka berbuah malang saat anggota kepolisian mendatangi lokasi dan langsung melakukan penangkapan.

“Kemarin hanya iseng. Setelah sehari kerja bertani, kami iseng main-main bersama,” terang Supriyadi, saat diinterogasi Kapolres Grobogan AKBP Jury Leonard Siahaan.

Sebenarnya judi dadu yang mereka mainkan tidaklah terlalu besar. Karena tujuan awalnya hanya iseng, uang taruhan yang mereka gunakan hanya belasan ribu rupiah. Mereka bermain judi sebagai ajang hiburan sembari ‘nyangkruk’ di rumah kosong.

Sayangnya, yang mereka lakukan adalah tindakan melawan hukum. Para pelaku terpaksa mendekam di sel tahanan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

kakek main judi

“Taruhannya nggak banyak. Namanya juga iseng. Jadi menyesal setelah jadinya begini (ditangkap polisi) dipenjara,” lanjut Supriyadi.

AKBP Jury Leonard Siahaan selaku Kapolres Grobogan menjelaskan bahwa masyarakat banyak yang melaporkan praktik perjudian di Desa Putatsari. Kegiatan ini dilakukan di rumah salah seorang warga bernama Joko Susilo.

Maraknya perjudian membuat warga merasa resah. Masyarakat pun melaporkan temuannya pada polsek setempat.

Laporan itu disampaikan pada anggota Polsek Grobogan. Menindaklanjuti laporan dari masyarakat, petugas pun mendatangi lokasi dan langsung menangkap 3 orang tersangka yang kedapatan tengah bermain judi dadu sekitar pukul 17.00 WIB.

“Petugas kepolisian mendatangi lokasi dan mendapati beberapa orang yang diduga melakukan perjudian jenis dadu kopyok dengan uang sebagai taruhan Setelah itu petugas kepolisian menangkap pelaku beserta barang buktinya serta membawa ke Polsek Grobogan untuk dilakukan penyidikan,” terang Kapolres.

Tindakan para pelaku terbukti melanggar Pasal 303 ayat (1) subs pasal 303 bis KUHP. Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

“Tersangka diancam hukuman penjara maksimal lima tahun,” ujar Kapolres saat menyampaikan pernyataan didampingi Kapolsek Grobogan Iptu Parjin, SH MH.

Dalam penangkapan tersebut, polisi mengamankan beberapa barang bukti antara lain perlak merah kotak-kotak sebagai papan taruhan, 3 mata dadu, tempurung kelapa untuk mengocok dadu, dan uang taruhan senilai 685 ribu rupiah.

Kabupaten Grobogan termasuk wilayah perjudian yang subur di Jawa Tengah. Jenis permainannya bermacam-macam. Sebagian besar merupakan judi manual sekelas dadu, remi, dan domino. Judi online seperti Cap Jie Kie dan toto gelap juga terbilang ramai.

Tidak hanya Grobogan, perjudian sudah lama menjadi penyakit masyarakat yang tidak mudah untuk diberangus. Dari judi rumahan sekedar untuk iseng sampai pusat perjudian yang taruhannya mencapai jutaan rupiah.

Selalu muncul titik-titik judi baru. Kebanyakan merupakan pemain lama yang pernah menjalani hukuman akibat kasus perjudian. Tampaknya tidak mudah memberikan efek jera untuk para pelaku.

Belasan orang terpaksa berurusan dengan Polres Grobogan karena tersandung kasus judi. Ini merupakan indikasi tingginya angka perjudian di wilayah Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Grobogan.

Diperlukan sinergi bersama antara masyarakat dan kepolisian untuk membasmi perjudian yang kian marak. Tujuannya untuk menegakkan hukum yang berlaku sekaligus menciptakan kondisi yang aman dan tertib di masyarakat.

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar