3 Ibu Rumah Tangga Bermain Judi Ditangkap di Mojokerto

Bandarasianbookie.us Tiga ibu rumah tangga bermain judi di Mojokerto, Jawa Timur ditangkap oleh polisi saat tengah asyik bermain judi kartu lintrik.

Penangkapan terjadi di Desa Penompo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Saat ditangkap, ketiganya kedapatan sedang memainkan lintrik di sebuah rumah kosong, tepatnya di Dusun Sukorame RT26/RW27.

Ketiga wanita itu berinisal SP (42), AT (62), dan SL (58). Usia para pelaku juga sudah tidak muda, semestinya menjadi teladan yang baik bagi anak-anak mereka.

Lintrik sendiri merupakan jenis permainan kartu yang kerap dijadikan ajang taruhan judi.

Nama lain kartu lintrik adalah Koa / Ceki / Pei. Di Indonesia, permainan lintrik cukup populer di Bali dan Sumatera Barat.

Selain ketiga wanita tersebut, turut ditangkap pula seoang pejudi pria berinisial JW (66) yang berprofesi sebagai petani.

Meresahkan Warga

Penangkapan ini berawal dari laporan warga setempat yang merasa resah terhadap maraknya aktivitas perjudian di Desa Penompo, wilayah utara sungai.

Kepolisian yang menerima laporan pun melakukan tindak lanjut berupa penyelidikan.

Setelah menghimpun cukup informasi, dilakukanlah penangkapan tepat saat para pelaku sedang memainkan judi.

ibu ibu judi

“Kami menangkap empat pejudi yaitu tiga IRT dan barang bukti berupa alat judi kartu lintrik dan uang tunai senilai Rp 150.000,” ungkap AKBP Deddy Supriadi selaku Kapolres Mojokerto Kota seperti dikutip dari Suara Mojokerto.

Menanggapi kejadian ini, Deddy menyayangkan perbuatan para pelaku yang bermain judi di tengah situasi pandemi Covid-19.

Terlebih lagi para pelaku merupakan ibu rumah tangga yang diharapkan menjadi sui tauladan bagi generasi muda.

Masyarakat semestinya mengelola keuangan dengan lebih berhati-hati di tengah kondisi ekonomi yang masih simpang-siur, bukan malah menghambur-hamburkan uang di meja judi.

Penangkapan ini diharapkan dapat menimbulkan efek jera bagi para pelaku agar tidak mengulangi perbuatannya, sekaligus peringatan bagi siapa saja agar tidak bermain judi karena dilarang oleh Undang Undang (UU).

“Pelaku judi dan barang bukti diamankan di Polres Mojokerto Kota guna penyelidikan lebih lanjut,” imbuhnya.

Sudah Satu Bulan Bermain Judi

Saat diinterogasi, para pelakuĀ  mengaku sudah bermain judi selama kurang lebih satu bulan.

Aktivitas ini dirasa meresahkan masyarakat sekitar sesuai laporan yang diterima kepolisian.

Judi lintrik dimainkan dengan modus memasang uang taruhan kemudian membagikan enam kartu lintrik untuk masing-masing pemain.

Kemudian di hadapan pejudi dibuka 12 lembar kartu untuk dicocokkan dengan kartu yang dipegang pemain.

Pemain yang 6 kartunya paling cocok dengan 12 kartu di depan akan keluar sebagai pemenang dan meraup semua uang taruhan.

Versi permainan ini sepenuhnya bergantung pada keberuntungan. Tidak dibutuhkan keahlian sama sekali, menang atau kalah seratus persen tergantung Dewi Fortuna.

Variasi permainan lintrik berbeda-beda di tiap daerah. Di Minangkabau, kartu lintrik dimainkan oleh empat pemain yang dibagi menjadi dua tim.

Ada yang menjadikan permainan lintrik sebagai hiburan semata, seperti masyarakat Minangkabau yang bermain lintrik untuk menghilangkan penat usai bekerja di ladang.

Tapi banyak juga yang memainkannya sebagai taruhan judi.

Salah satu pelaku, SP, menuturkan, “Ya apes saya baru menang Rp 35.000, sudah ditangkap pak polisi,”

SP mengaku bermain judi hanya untuk iseng-iseng mengisi waktu luang sekaligus menjajal peruntungan.

Naas, belum sempat mencicipi keuntungan, SP justru ditangkap bersama 3 pelaku lainnya dan dibawa ke Polres Mojokerto guna proses hukum lebih lanjut.

“Tidak sering juga kok (berjudi, Red) cuma iseng begitu,”, ujar IRT 42 tahun itu.

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar