23 Pemain poker ditangkap, 6 jadi tersangka

Meskipun telah dilaporkan secara acak dan sebelas penulis dijatuhi hukuman 4 bulan 10 hari di penjara, tetapi permainan poker online melalui jejaring sosial Facebook selalu terjadi. 23 orang telah aman dari Bravo Net, Masga Mas Asia, blok DD, area Medan pada hari Jumat (9/9).

23 orang ini dijamin oleh Direktorat Unit Permainan Cabang Survei Kriminal (kata Reskrium) dari Kepolisian Daerah Sumatera Utara. Selain pemain dan operator kopi internet, polisi juga mendapat 30 unit PC, alat penghitungan, alat tulis, tiga laptop penjualan, catatan penjualan loak, rekaman email poker, dari dua chip jonks, 5 dari jumlah pertama kartu Facebook. , 2 kartu seluler, 7 sealer peringkat –bouse dan 6 poker game email.

Cafe Bravo Net Pemain Poker ditangkap

“Cafe Bravo Net jauh setelah mendapatkan informasi publik tentang keberadaan game online dengan dalih permainan poker di lokasi ini. Informasi ini telah kami kembangkan dan beberapa hari telah dipelajari. Akhirnya menemukan bukti yang padat telah digunakan sebagai a Tempat bermain, “kata Kanit Subdit III Reskrium Kompol Saptono, Jumat (14/9).
Saptono menjelaskan, atas dasar hasil investigasi awal, enam dari 23 orang yang diperoleh bernama tersangka. Keenam masing-masing alias Halim (36), operator secara bersamaan kasir; Hendro (karyawan); Serta Rufiranto, Suhali, Jhon dan alias Kiat Swipto, didakwa dengan penjualan keripik.

Baca Juga Iseng main judi

“Sisanya akan diperiksa secara intensif untuk keterlibatan masing-masing. Para tersangka diperluas Bagian 303 dari KUHP,” katanya.

Jumlah tersangka harus meningkat. Karena polisi selalu berburu pemilik kopi. “23 orang yang aman tidak mau menyebutkan, tetapi kami akan terus berburu,” kata Saptono.
E-People Wilter Halim Alias ​​Mata hanya mengklaim empat hari kerja di Bravo Net. “Mengenai cara bermain, saya tidak tahu karena itu hanya kasir,” kata kacamata dan kacamata bertato di lengan kanan ini.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, Bravo Netsploited empat bulan. Omset mereka dari praktik bermain diperkirakan puluhan juta rupee per hari.

Game online ini terjadi karena para pemain menjual chip yang mereka mainkan di Cyberspace. Pemain membeli chip dari operator atau karyawan net Bravo dengan uang. Jika Anda menang, itu bisa menjual chip.
Praktek serupa telah dibongkar oleh polisi regional Sumatera Utara di Warnet Superner, yang juga di wilayah Asia Mega Mas, beberapa waktu lalu. Hakim Pengadilan Distrik Medan menyatakan sebelas aktor yang terdiri dari kasir, operator, dan pemain, bersalah pada pertandingan. Mereka dijatuhi hukuman 4 bulan 10 bulan penjara.

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar